Lepas 90 CJH, Pemkab Jembrana Tambah Fasilitas Menginap di Surabaya
Pada keberangkatan haji tahun 2026 ini, Pemkab Jembrana menambah dukungan fasilitas bagi jemaah berupa bantuan biaya akomodasi menginap satu malam di Surabaya sebelum masuk Asrama Haji Sukolilo. Fasilitas tambahan tersebut diberikan untuk membantu jamaah memiliki waktu istirahat yang cukup sebelum menjalani tahapan keberangkatan ke Tanah Suci.Penyambutan dan Pelepasan Jemaah
Selain menyediakan transportasi bus menuju Surabaya seperti tahun-tahun sebelumnya, pemerintah daerah kini juga menanggung kebutuhan penginapan jamaah setibanya di Kota Pahlawan. Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan dalam sambutannya menyebut bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan nyaman. Menurutnya, kesiapan fisik dan mental jemaah menjadi hal penting mengingat rangkaian ibadah haji membutuhkan kondisi kesehatan yang baik. Dalam kesempatan itu, Bupati Kembang juga mengingatkan jemaah agar menjaga kesehatan selama perjalanan maupun saat menjalankan ibadah di Arab Saudi. Selain itu, jemaah diminta menjaga sikap serta nama baik daerah selama berada di Tanah Suci. "Jaga kesehatan, jaga kekompakan dan tetap tertib selama menjalankan ibadah. Semoga seluruh jemaah diberikan kelancaran dan kembali ke Jembrana dalam keadaan sehat," ujarnya.Penghargaan untuk Bupati Kembang
Pada acara pelepasan tersebut, Bupati Kembang juga menerima penghargaan sebagai Duta Sahabat Haji dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Bali. Penghargaan itu diberikan atas kontribusi dan dukungan terhadap pelayanan jemaah haji di Jembrana. Bupati Kembang merasa terhormat atas penghargaan tersebut dan berjanji akan terus meningkatkan kualitas pelayanan untuk jemaah haji di Jembrana.Profil Jemaah Haji Jembrana
Berdasarkan data panitia, 90 CJH asal Jembrana tahun ini terdiri atas 46 jemaah laki-laki dan 44 jemaah perempuan. Mereka merupakan bagian dari total kuota Provinsi Bali sebanyak 698 jemaah. Rincian asal jemaah meliputi Kecamatan Negara sebanyak 38 orang, Kecamatan Melaya 27 orang, Kecamatan Jembrana 12 orang, Kecamatan Mendoyo 11 orang, dan Kecamatan Pekutatan 2 orang. Jemaah termuda tercatat atas nama Junda Fajlurrohman Izzudin berusia 27 tahun, sedangkan jamaah tertua atas nama Sakdan berusia 84 tahun. Keduanya berasal dari Kecamatan Melaya. Dari sisi pekerjaan, jemaah tahun ini didominasi kalangan PNS sebanyak 23 orang, disusul pekerja sektor swasta 22 orang, dan ibu rumah tangga 17 orang.Jadwal Keberangkatan
Rombongan CJH Jembrana tergabung dalam Rombongan 6, 7, dan 8 Kloter 70 SUB 2026. Mereka dijadwalkan masuk Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada Sabtu (9/5) pukul 07.05 WIB. Setelah itu, mereka akan melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi untuk menjalankan ibadah haji.Antrean Calon Jemaah Haji di Jembrana
Sementara itu, saat ini tercatat jumlah antrean calon jemaah haji di Jembrana mencapai 2.684 orang. Adapun estimasi masa tunggu para calon jemaah haji di Gumi Makepung itu mencapai 29 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat Jembrana yang berminat untuk menjalankan ibadah haji, namun harus menunggu giliran yang cukup lama. Dengan demikian, Pemkab Jembrana berharap dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan untuk jemaah haji dan calon jemaah haji di daerahnya. Dengan dukungan fasilitas yang memadai, diharapkan jemaah haji dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan nyaman, serta dapat kembali ke Jembrana dalam keadaan sehat dan bahagia.Ilustrasi - Redaksi Jumper Media Bali
0 Komentar