Lomba Mancing 400 Kg Ikan di Jegu Tengah, ST Dharma Kanthi Galang Dana HUT Sekaa Teruna

Lomba Mancing 400 Kg Ikan di Jegu Tengah, ST Dharma Kanthi Galang Dana HUT Sekaa Teruna

Lomba mancing yang diselenggarakan oleh ST Dharma Kanthi di Jegu Tengah, Kabupaten Tabanan, Bali, telah sukses mengumpulkan dana untuk persiapan HUT Sekaa Teruna yang akan berlangsung pada Juli mendatang. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang penggalangan dana, tetapi juga sebagai sarana hiburan masyarakat sekaligus kampanye pelestarian lingkungan sungai.

Latar Belakang Kegiatan

Wakil Ketua ST Dharma Kanthi, I Gede Krisna Pradana, yang akrab disapa Dena, mengatakan bahwa lomba mancing dipilih karena dekat dengan kehidupan masyarakat pedesaan yang akrab dengan aliran sungai dan kawasan persawahan. "Kegiatan ini kami selenggarakan untuk penggalangan dana HUT ST Dharma Kanthi. Selain itu, kami ingin mengajak masyarakat peduli terhadap kebersihan sungai dan lingkungan," ujar Dena. Menurutnya, sungai memiliki peran penting sebagai jalur aliran air sekaligus penunjang ekosistem pertanian di Kabupaten Tabanan yang dikenal sebagai lumbung beras Bali. Karena itu, generasi muda perlu ikut menjaga kelestarian sumber daya alam tersebut. "Lewat lomba mancing ini kami ingin mengingatkan kembali pentingnya sungai bagi kehidupan masyarakat. Tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga untuk keberlangsungan pertanian dan lingkungan," katanya.

Pelaksanaan Lomba Mancing

Lomba mancing diikuti sebanyak 436 peserta yang tidak hanya berasal dari wilayah Penebel dan sekitarnya, tetapi juga datang dari daerah lain, termasuk Kecamatan Selemadeg yang menjadi peserta terjauh. Panitia menebar sebanyak 400 kilogram ikan untuk memeriahkan perlombaan. Ikan tersebut diperoleh dari pengepul ikan di Desa Wanasari, Kabupaten Tabanan. Selain hadiah utama, panitia juga menyiapkan berbagai hadiah kejutan yang menambah semangat peserta. Adapun hadiah yang diperebutkan yakni juara pertama Rp1,5 juta, juara kedua Rp1 juta, juara ketiga Rp750 ribu, serta hadiah menarik lainnya.

Lokasi dan Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan ini dipandu oleh MC Wayan Angsatara dan dibuka oleh Camat Penebel. Turut hadir pula kelian adat, kelian dinas, warga, serta para peserta lomba. Panitia memilih lokasi di saluran irigasi Subak Bendul karena dinilai strategis dan telah lama digunakan masyarakat sebagai lokasi kegiatan serupa. "Tempat ini cukup baik untuk pemancing dan dari dulu memang sering digunakan untuk kegiatan masyarakat," jelas Dena. Ia menambahkan, lomba mancing bukan sekadar agenda mencari dana, namun juga menjadi ruang kreativitas pemuda banjar dalam menghadirkan kegiatan positif serta mendukung hobi masyarakat.

Rencana Masa Depan

Menurut Dena, kegiatan ini menjadi penyelenggaraan kedua yang digelar ST Dharma Kanthi pada 2026. Ke depan, panitia berencana meningkatkan kualitas acara, mulai dari persiapan lokasi, waktu pelaksanaan, jumlah ikan yang ditebar, hingga penambahan hadiah. "Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi wadah bagi para pemancing air deras. Jika ke depan kami kembali mengadakan lomba mancing atau kegiatan lain, kami mohon dukungan masyarakat," ujarnya. Dena menilai kegiatan tersebut juga sejalan dengan semangat Atma Kerthi yang menjadi tema pembangunan Bali 2026, yakni memuliakan jiwa manusia dan menjaga keharmonisan dengan alam. Dengan demikian, kegiatan lomba mancing ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan dan kebersihan sungai.

Ilustrasi - Redaksi Jumper Media Bali

Posting Komentar

0 Komentar

Trending Now