Horeka dan DTW di Denpasar Komitmen Wujudkan Pengolahan Sampah Mandiri
Dalam upaya mewujudkan pariwisata berkelanjutan di Kota Denpasar, pengusaha sektor horeka (hotel, restoran, dan kafe) dan DTW (daya tarik wisata) berkomitmen untuk mewujudkan pengolahan sampah berbasis sumber. Komitmen ini disampaikan dalam acara yang dihadiri oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Wali Kota I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Wali Kota I Kadek Agus Arya Wibawa, Kepala Pusdal LH Bali Nusra Ni Nyoman Santi, Kasubdit Penegakan Peraturan LH Kementerian LH Antonius Sarjanto, serta pimpinan OPD dan stakeholder lainnya.Komitmen Sektor Horeka dan DTW
General Manager Prama Sanur Beach Hotel IGB Surya Candra Sasmita menekankan bahwa sektor horeka dan DTW memiliki komitmen dalam penanganan sampah. Rata-rata, sektor horeka dan DTW telah memiliki standarisasi pengolahan limbah, meskipun masih perlu dioptimalkan. Surya Candra Sasmita juga menambahkan bahwa sektor horeka dan DTW memiliki standarisasi yang baik, dibuktikan dengan adanya sertifikasi ISO dan penghargaan Tri Hita Karana Award yang berdasar pada isu lingkungan, termasuk pengolahan sampah. "Kami siap berkomitmen untuk pengolahan sampah berbasis sumber, dan kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas dukungan dan komitmen dalam mendukung penanganan persampahan untuk pariwisata berkelanjutan," ujar Surya Candra Sasmita.Apresiasi dari Pemerintah
Wali Kota I Gusti Ngurah Jaya Negara mengucapkan terima kasih atas dukungan pengusaha atau pimpinan sektor horeka dan DTW dalam penanganan persampahan. Hal ini menjadi bukti sinergitas dan komitmen kerja bersama dalam mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan. Jaya Negara juga menambahkan bahwa sektor horeka dan DTW menjadi salah satu penyokong perekonomian Denpasar, sehingga penting untuk mendukung terciptanya iklim pariwisata yang berkelanjutan serta ramah terhadap lingkungan, khususnya persampahan. "Ke depan kami di Pemerintah Kota Denpasar akan melaksanakan audit pengolahan limbah dengan skema seperti CHSE, dan semoga upaya ini dapat mendukung terwujudnya pengolahan sampah berbasis sumber yang berkelanjutan," ucap Jaya Negara.Apresiasi dari Gubernur Bali
Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi kepada para pelaku usaha horeka. Ditegaskannya, persoalan sampah di Bali saat ini menjadi isu serius yang harus ditangani bersama, terutama karena sekitar 41 persen persoalan sampah bersumber dari sektor pariwisata horeka. Gubernur Koster juga menambahkan bahwa langkah dan pemetaan yang dilakukan Pemkab Badung dalam pengelolaan sampah sudah sangat lengkap, mulai dari identifikasi sumber masalah, pola penanganan, hingga strategi jangka pendek, menengah, dan panjang. "Sudah ada kemajuan signifikan sejak dilakukan pengendalian sangat ketat pasca-penutupan TPA Suwung. Ini harus terus ditingkatkan karena Bali yang bersih merupakan kebutuhan lingkungan kita agar masyarakat hidup sehat. Kami juga memberikan apresiasi atas capaian pemilahan sampah di Kota Denpasar yang sudah di atas 80 persen," ujar Gubernur Koster.Pengelolaan Sampah yang Berkelanjutan
Gubernur Koster menekankan bahwa Kota Denpasar memiliki tanggung jawab besar lantaran menjadi ibukota Provinsi Bali dengan sektor hotel dan restoran masih menjadi tulang punggung perekonomian. Dia juga menyoroti kondisi TPA Suwung yang sudah mengalami overloaded dan menimbulkan polusi lingkungan sehingga pola lama pengelolaan sampah harus segera diakhiri. "Kebiasaan nyaman harus kita akhiri. Kita harus mengubah perilaku. Saya sudah tidak takut, saya harus berani. Kalau pariwisata Bali mau dijaga berkelanjutan, maka persoalan sampah harus diselesaikan," tegas Gubernur Koster. Gubernur Koster meminta seluruh pelaku usaha pariwisata mulai membangun kesadaran bersama untuk mengelola sampah secara mandiri di lingkungan usahanya masing-masing. Dia menegaskan bahwa pengelolaan sampah di hotel tidak boleh hanya mengandalkan dana CSR, melainkan harus menjadi bagian dari anggaran operasional usaha. Usai memberikan arahan kepada pelaku sektor horeka dan DTW, Gubernur Koster yang didampingi Wali Kota Jaya Negara beserta Wawali Arya Wibawa meninjau stand inovasi dan kreativitas siswa di ajang Denpasar Education Festival (DEF) 2026. Dengan demikian, diharapkan upaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan dapat terwujud dan pariwisata di Kota Denpasar dapat menjadi lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.Ilustrasi - Redaksi Jumper Media Bali
0 Komentar