Emas Kembali Diburu Saat IHSG dan Rupiah Tertekan, Pegadaian Denpasar Catat Kinerja Positif
Penurunan Harga Emas dan Peluang Investasi
Kepala Cabang Pegadaian Denpasar, Ni Luh Yuli Ulan Artini, mengatakan bahwa harga emas di Pegadaian mengalami penurunan dibanding awal tahun. Per 31 Januari 2026, harga emas tercatat sebesar Rp2.981.000 per gram, sedangkan pada 25 Mei 2026 turun menjadi Rp2.767.000 per gram. Menurutnya, koreksi harga emas justru dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk mulai membeli atau menambah investasi emas dengan harga yang lebih kompetitif. Memang saat ini terdapat sebagian masyarakat yang cenderung menahan diri untuk berinvestasi karena melihat kondisi pasar dalam jangka pendek. Padahal, justru di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif seperti sekarang, emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang relatif aman dan memiliki nilai lindung terhadap inflasi maupun ketidakpastian pasar. Ia menilai masih banyak masyarakat yang terlalu fokus pada pergerakan harga harian sehingga khawatir masuk ke instrumen emas. Padahal secara historis, harga emas cenderung mengalami kenaikan dalam jangka panjang. "Mindset ini yang perlu diedukasi bersama, bahwa investasi emas pada dasarnya lebih tepat dipandang sebagai investasi jangka menengah hingga panjang. Jika melihat tren historis, nilai emas cenderung mengalami kenaikan dari waktu ke waktu sehingga memberikan potensi keuntungan bagi investor yang konsisten dan sabar dalam berinvestasi," katanya.Kinerja Bisnis Gadai Emas di Pegadaian Denpasar
Di tengah kondisi pasar yang bergejolak, Pegadaian Denpasar juga mencatat kinerja bisnis gadai emas yang tetap tumbuh. Hingga Mei 2026, kinerja gadai di Kanwil Denpasar telah mencapai 119,66 persen atau sekitar Rp2,7 triliun. Sementara bisnis emas dan tabungan telah mencapai 101,61 persen dengan nilai sekitar Rp320 miliar. Namun secara bulanan, bisnis emas mengalami penurunan sekitar 0,81 persen atau setara Rp13 miliar. Penurunan tersebut dinilai masih wajar seiring sikap "wait and see" sebagian investor terhadap kondisi ekonomi global dan domestik. Sebagai upaya menarik minat masyarakat, Pegadaian memberikan promo diskon Rp30 ribu per gram bagi nasabah yang berinvestasi emas secara cicilan dengan tenor minimal 12 bulan. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memulai atau menambah investasi emas mereka.Teakanan Pasar Keuangan Domestik
Sementara itu, tekanan pasar keuangan domestik masih cukup berat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada periode 18-22 Mei 2026 terkoreksi hingga 8,35 persen ke level 6.162,045 dan sempat menyentuh level terendah tahun ini di posisi 5.966. Analis PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Brigita Kinari, menyebut tekanan pasar dipicu kombinasi sentimen global dan domestik, mulai dari sikap "hawkish" The Fed yang mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama hingga kenaikan BI Rate sebesar 50 basis poin yang memicu kekhawatiran perlambatan likuiditas ekonomi. Tekanan pasar juga tercermin dari pelemahan nilai tukar rupiah yang pada perdagangan Senin (25/5) berada di kisaran Rp17.700 per dolar AS. Kondisi tersebut dipicu penguatan dolar AS akibat kebijakan suku bunga tinggi The Fed dan meningkatnya sentimen "risk-off" investor global. Di tengah situasi tersebut, emas kembali menjadi pilihan investor untuk menjaga nilai aset dari risiko inflasi dan gejolak pasar. Dalam konteks ini, investasi emas dapat menjadi salah satu pilihan yang tepat bagi masyarakat yang ingin mempertahankan nilai aset mereka. Dengan harga emas yang relatif stabil dan cenderung mengalami kenaikan dalam jangka panjang, investasi emas dapat menjadi salah satu instrumen investasi yang relatif aman dan menguntungkan. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memulai atau menambah investasi emas mereka, terutama dengan adanya promo diskon yang ditawarkan oleh Pegadaian. Dalam jangka panjang, investasi emas dapat menjadi salah satu pilihan yang tepat bagi masyarakat yang ingin mempertahankan nilai aset mereka. Dengan harga emas yang relatif stabil dan cenderung mengalami kenaikan dalam jangka panjang, investasi emas dapat menjadi salah satu instrumen investasi yang relatif aman dan menguntungkan. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memulai atau menambah investasi emas mereka, terutama dengan adanya promo diskon yang ditawarkan oleh Pegadaian. Dalam beberapa tahun terakhir, investasi emas telah menjadi salah satu pilihan yang populer bagi masyarakat. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti volatilitas pasar keuangan, ketidakpastian ekonomi, dan peningkatan inflasi. Dalam kondisi seperti ini, emas dapat menjadi salah satu instrumen investasi yang relatif aman dan menguntungkan. Namun, perlu diingat bahwa investasi emas juga memiliki risiko yang terkait. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat melakukan analisis yang cermat dan mempertimbangkan beberapa faktor sebelum memutuskan untuk berinvestasi emas. Dengan demikian, masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memulai atau menambah investasi emas mereka, terutama dengan adanya promo diskon yang ditawarkan oleh Pegadaian. Dalam kesimpulan, investasi emas dapat menjadi salah satu pilihan yang tepat bagi masyarakat yang ingin mempertahankan nilai aset mereka. Dengan harga emas yang relatif stabil dan cenderung mengalami kenaikan dalam jangka panjang, investasi emas dapat menjadi salah satu instrumen investasi yang relatif aman dan menguntungkan. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memulai atau menambah investasi emas mereka, terutama dengan adanya promo diskon yang ditawarkan oleh Pegadaian.Ilustrasi - Redaksi Jumper Media Bali
0 Komentar