BBGRM Denpasar Timur Tebar Ribuan Benih Ikan di Tukad Campuhan, Libatkan Ratusan Pelajar dan Warga

BBGRM Denpasar Timur Tebar Ribuan Benih Ikan di Tukad Campuhan, Libatkan Ratusan Pelajar dan Warga

Kegiatan BBGRM (Bersih-Bersih Gotong Royong Masyarakat) di Denpasar Timur telah sukses digelar dengan melibatkan ratusan pelajar dan warga setempat. Kegiatan ini tidak hanya fokus pada aksi bersih lingkungan, tetapi juga dilengkapi dengan edukasi pengelolaan sampah kepada pelajar SD Negeri 10 Sumerta sebagai bagian dari penguatan kesadaran lingkungan sejak dini.

Latar Belakang Kegiatan

Menurut Ketua DPC LPM Kecamatan Denpasar Timur, I Putu Yogi Pramana alias Jro Yogi, antusiasme masyarakat pada pelaksanaan BBRGM tahun ini sangat tinggi. Kelurahan Sumerta dipercaya menjadi tuan rumah setelah sebelumnya kegiatan serupa digelar di Kelurahan Penatih dengan lokasi di Tukad Magendra. Tahun ini, panitia memilih Tukad Campuhan sebagai lokasi kegiatan karena menjadi duta kali bersih tingkat Kota Denpasar. Ke depan, panitia ingin terus mengeksplorasi sungai-sungai di wilayah Denpasar Timur agar tetap tertata, lestari, dan terjaga.

Partisipasi Masyarakat

Dalam kegiatan tersebut, panitia melibatkan lebih dari 300 peserta yang terdiri atas pelajar, masyarakat, serta berbagai unsur kelembagaan. Sekolah yang terlibat di antaranya SD Negeri 1 Sumerta, SD Negeri 10 Sumerta, SMP Negeri 8 Denpasar, dan SMP PGRI 2 Denpasar. Selain aksi bersih lingkungan, panitia juga melakukan penebaran sekitar 10 ribu benih ikan serta eco-enzyme di kawasan sungai. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem sungai sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan.

Isu Keberadaan Ikan Sapu-Sapu

Menurut Jro Yogi, isu keberadaan ikan sapu-sapu yang ramai diperbincangkan di media sosial juga menjadi perhatian pihaknya. Namun sejauh ini kondisi ekosistem di Tukad Campuhan masih dinilai aman. "Kami ingin masyarakat lebih peduli terhadap kondisi sungai, bukan hanya soal sampah, tetapi juga keseimbangan ekosistemnya," katanya.

Jadwal Kegiatan

BBGRM 2026 di Denpasar Timur sengaja dimajukan lebih awal sebelum pembukaan tingkat Kota Denpasar yang berlangsung pada 9 Mei 2026 di Denpasar Selatan. Penyesuaian jadwal dilakukan karena wilayah Desa Adat Sumerta akan memasuki rangkaian karya agung di Pura Kahyangan setempat. Kegiatan ini turut dihadiri DPD LPM Kota Denpasar, Sekcam Denpasar Timur, anggota DPRD, perwakilan Dinas Perikanan, serta para perbekel dan lurah se-Kecamatan Denpasar Timur.

Lomba Video Edukasi

Tidak hanya fokus pada aksi lapangan, sepanjang Mei 2026 DPC LPM Denpasar Timur juga menggelar lomba video edukasi pengolahan sampah yang hasilnya diumumkan pada penutupan BBGRM nanti. Jro Yogi menegaskan BBGRM tidak boleh dimaknai sekadar kegiatan seremonial bersih-bersih lingkungan. Menurutnya, gotong royong merupakan bentuk penguatan hubungan manusia dengan lingkungan, sesama, dan Tuhan.

Filosofi BBGRM

"Kami ingin menjadikan BBGRM sebagai spirit untuk kembali mengingat pentingnya harmoni antara masyarakat dan lingkungan. Ini sejalan dengan konsep Vasudhaiva Kutumbakam dan semangat Atma Kerthi tahun 2026," tegasnya. Ia juga memaknai posisi Denpasar Timur sebagai simbol arah matahari terbit yang identik dengan awal kehidupan baru. Filosofi tersebut diharapkan menjadi pengingat agar masyarakat terus bergerak menuju perubahan yang lebih baik dalam menjaga lingkungan dan memperkuat solidaritas sosial. Dengan demikian, kegiatan BBGRM di Denpasar Timur diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat lainnya untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Ilustrasi - Redaksi Jumper Media Bali

Posting Komentar

0 Komentar

Trending Now