WMD Art Festival IV Usung Tri Hita Karana, Siapkan Lomba Tapel dan Edukasi Seniman Muda

WMD Art Festival IV Usung Tri Hita Karana, Siapkan Lomba Tapel dan Edukasi Seniman Muda

Pemilik Lawar Plek WMD sekaligus penggagas acara, I Wayan Dede Pranata atau akrab disapa Dede WMD, mengatakan festival tahun ini dirancang lebih inovatif dibanding pelaksanaan sebelumnya. Pada Juni 2026, WMD Art Festival IV akan kembali digelar dengan tema Tri Hita Karana sebagai bentuk edukasi kepada generasi muda agar seni tetap selaras dengan manusia, lingkungan, dan Tuhan.

Latar Belakang dan Tujuan

Menurut Dede WMD, tema Tri Hita Karana dipilih karena relevan dengan isu lingkungan, khususnya persoalan sampah yang belakangan ramai dibahas di Bali. Nilai Tri Hita Karana dinilai sejalan dengan perkembangan seni Ogoh-ogoh yang kini mulai menggunakan bahan ramah lingkungan. Dengan demikian, festival ini tidak hanya merupakan ajang seni, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.

Kategori Lomba dan Jadwal Pelaksanaan

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, WMD Art Festival IV akan memfokuskan perlombaan pada kategori seni tapel. Sejumlah kategori yang disiapkan antara lain lomba tapel tingkat SD, lomba tapel tingkat SMP, lomba tapel kategori umum, lomba tapel perang bintang khusus para juara, serta lomba live tapel tingkat SMP. Untuk lomba live tapel, peserta akan membuat tapel langsung di lokasi dari awal sampai selesai dalam durasi satu hari penuh. Ini menjadi pembeda dengan lomba serupa di tempat lain. Panitia menyiapkan kuota sekitar 250 peserta. Jadwal pelaksanaan dibagi dua hari, yakni 6 Juni 2026 untuk kategori pelajar dan 7 Juni 2026 untuk kategori umum. Dengan demikian, diharapkan semua peserta dapat menikmati proses lomba dengan maksimal dan tidak terburu-buru.

Nilai dan Tujuan Festival

Dede WMD menegaskan festival ini bukan semata ajang mencari juara, tetapi wadah belajar, berbagi pengalaman, dan mengapresiasi karya seni anak muda Bali. "Semua karya harus dihargai. Jangan karena tidak juara lalu dianggap jelek. Seni itu relatif, setiap karya punya nilai dan patut diapresiasi," tegasnya. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang tumbuh bagi seniman muda untuk terus berkarya secara original tanpa terjebak pada sekadar mengejar validasi kemenangan.

Dukungan Pemerintah dan Pameran Karya

Pelaksanaan WMD Art Festival IV bertepatan dengan momentum Pesta Kesenian Bali (PKB) pada Juni-Juli. Karena itu, pihaknya berharap karya tapel maupun Ogoh-ogoh mini dari peserta bisa mendapat ruang pamer atau tampil di ajang resmi kesenian daerah. "Kami berharap pemerintah memberi dukungan agar lomba Ogoh-ogoh mini dan tapel tetap mendapat ruang sebagai bagian pelestarian budaya Bali," ujarnya. Dede WMD menambahkan, meski festival digelar di area rumah makan miliknya, hal itu tidak mengurangi semangat panitia dalam menghadirkan event berkualitas yang konsisten mendukung kreativitas generasi muda. Dengan demikian, diharapkan WMD Art Festival IV dapat menjadi salah satu ajang seni yang paling dinantikan di Bali dan memberikan kontribusi positif bagi perkembangan seni dan budaya daerah. Dalam keseluruhan, WMD Art Festival IV merupakan acara yang sangat penting bagi perkembangan seni dan budaya di Bali. Dengan tema Tri Hita Karana dan fokus pada kategori seni tapel, festival ini diharapkan dapat memberikan edukasi dan inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya dan melestarikan budaya Bali. Dukungan dari pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjadikan festival ini sukses dan berkelanjutan.

Ilustrasi - Redaksi Jumper Media Bali

Posting Komentar

0 Komentar

Trending Now