Hampir 1.000 Peserta Serbu Lomba Mancing di Desa Sanding Tampaksiring
Lomba mancing yang digelar di Desa Sanding, Tampaksiring, Bali, mendapat sambutan antusias dari masyarakat setempat. Sebanyak 950 peserta ambil bagian dalam lomba yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut, bahkan peserta terjauh datang dari Kabupaten Buleleng. Panitia menebar sekitar 870 kilogram ikan lele ke aliran air yang menjadi arena perlombaan.Latar Belakang Kegiatan
Ketua ST Swadarma Laksana, I Wayan Ega Somanata, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan program kerja tahunan sekaa teruna sebagai upaya penggalangan dana untuk menunjang berbagai aktivitas organisasi. Namun, kegiatan ini bukan sekadar lomba mancing. "Kami ingin menghadirkan hiburan bagi masyarakat sekaligus mengajak bersama-sama menjaga lingkungan, khususnya sungai dan aliran air," ujarnya. Menurutnya, lokasi lomba dipilih di kawasan Subak Selasih karena masih asri, sejuk, dan berada tepat di belakang Balai Banjar Karanganyar. Kawasan tersebut juga dinilai penting untuk terus diperkenalkan kepada masyarakat karena keberadaan subak kini mulai berkurang akibat alih fungsi lahan pertanian menjadi bangunan. "Kami bersyukur wilayah kami masih memiliki subak. Karena itu kami manfaatkan kegiatan ini agar subak tetap lestari dan dikenal masyarakat luas," katanya.Tujuan Kegiatan
Selain sebagai penggalangan dana, lomba juga diarahkan memperkuat kebersamaan antaranggota sekaa teruna serta meningkatkan sinergi pemuda dengan krama banjar. Panitia berharap kegiatan serupa dapat membuka peluang usaha baru, termasuk budidaya ikan untuk mendukung perekonomian masyarakat. "Secara sederhana kami ingin mengimplementasikan spirit Atma Kerthi, yakni memuliakan jiwa manusia dengan menjaga alam, karena manusia adalah bagian dari alam itu sendiri," jelas Ega.Hadiah dan Penghargaan
Panitia juga menyiapkan hadiah menarik untuk para pemenang. Untuk kategori ikan terberat, juara pertama mendapat Rp2 juta, juara kedua Rp1,5 juta, juara ketiga Rp1 juta, juara keempat Rp500 ribu, juara kelima Rp300 ribu, sementara peringkat 6 hingga 10 memperoleh kompor gas. Sedangkan hadiah undian menyediakan uang tunai mulai Rp200 ribu hingga Rp1 juta serta doorprize lainnya.Evaluasi dan Harapan
Ega mengakui dalam pelaksanaan tahun ini masih ditemukan sejumlah kendala teknis, terutama kebocoran saluran air di beberapa titik arena lomba. Hal itu menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan berikutnya. "Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat dan bisa menjadi contoh bagi sekaa teruna lainnya dalam menggelar penggalangan dana yang kreatif. Kekurangan tahun ini akan kami perbaiki agar ke depan lebih matang," tandasnya. Dengan demikian, lomba mancing di Desa Sanding, Tampaksiring, tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dan melestarikan subak. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menggelar kegiatan serupa yang kreatif dan bermanfaat bagi masyarakat.Ilustrasi - Redaksi Jumper Media Bali
0 Komentar