Perkuat Pasar Australia, Denpasar Promosikan Sanur Lewat Sales Mission di Perth
Dalam upaya memperkuat pasar Australia, Pemerintah Kota Denpasar telah menggelar kegiatan Sales Mission di Perth, Australia Barat. Kegiatan ini mempertemukan 10 pelaku industri pariwisata (seller) dengan 50 agen perjalanan dari Australia Barat, dan dibuka langsung oleh Konsul Jenderal Republik Indonesia di Perth, Irvan Buchari.Latar Belakang dan Tujuan Kegiatan
Ketua BPPD Kota Denpasar, Ida Bagus Gede Sidharta Putra, mengatakan bahwa Australia dipilih sebagai target pasar karena menjadi pasar utama wisatawan mancanegara ke Bali, khususnya Sanur. Selain faktor kedekatan jarak, kondisi geopolitik global juga memengaruhi pola perjalanan wisatawan Australia yang kini cenderung memilih destinasi aman dan mudah dijangkau. "Pasar Australia melihat kedekatan antara Perth dengan Bali, khususnya Sanur. Kedatangan wisatawan asing tertinggi juga berasal dari Australia. Karena itu kami bersama dinas mengajak 10 seller bertemu dengan 50 buyer di Perth," ujarnya. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memperluas pasar wisatawan, tetapi juga memperbarui informasi mengenai perkembangan destinasi Bali, khususnya Sanur yang kini terus berbenah. Sanur saat ini didorong menjadi destinasi wellness tourism melalui pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur, pembangunan fasilitas kesehatan internasional, perbaikan infrastruktur jalan, penataan kawasan wisata, pengurangan kabel udara, hingga penyediaan shuttle bus.Perkembangan Sanur sebagai Destinasi Wisata
Semua perkembangan ini disampaikan kepada travel agent dan tour operator agar mereka mendapat pembaruan mengenai destinasi Bali, khususnya Sanur dan sekitarnya. Ida Bagus Gede Sidharta Putra menambahkan, Sanur menjadi salah satu destinasi unggulan di Bali sekaligus jantung pariwisata Kota Denpasar yang mampu menyumbang sekitar 32 persen pajak daerah. Berdasarkan data sebelum pandemi COVID-19, wisatawan Australia mendominasi kunjungan ke Sanur pada 2018, disusul Belanda dan Jerman. Tren tersebut berlanjut pascapandemi. Pada 2022, Australia masih menjadi pasar utama, diikuti Jerman dan Prancis. Sementara pada 2025, wisatawan Australia tetap menjadi penyumbang terbesar kunjungan wisatawan ke Sanur, disusul Belanda dan India. Dari sisi ekonomi, rata-rata pengeluaran wisatawan di Sanur mencapai Rp2,3 juta per hari pada 2025, meningkat dibandingkan 2024 sebesar Rp2,24 juta dan 2023 sebesar Rp1,98 juta. Lama tinggal wisatawan di Sanur juga cukup panjang, rata-rata di atas enam hari, dengan pilihan akomodasi yang didominasi hotel berbintang.Harapan dan Rencana Masa Depan
Ida Bagus Gede Sidharta Putra berharap Pemerintah Kota Denpasar dapat meningkatkan anggaran promosi pariwisata agar hasil promosi destinasi lebih maksimal dan berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. "Anggaran menjadi penting untuk promosi sebuah destinasi. Bukan hanya pelaku pariwisata yang merasakan dampaknya, tetapi juga masyarakat melalui meningkatnya perekonomian. Ini perlu menjadi perhatian bersama," imbuhnya. Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Ketut Trisna Aryani, mengatakan sales mission ke Perth diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, khususnya dari Australia Barat. Menurutnya, Australia masih menjadi pasar utama pariwisata Denpasar selain Eropa, didukung jarak yang dekat dan banyaknya penerbangan langsung Perth-Denpasar. "Kedekatan jarak antara Perth dan Denpasar menjadi nilai jual bagi kita, ditambah banyaknya penerbangan langsung Perth-Denpasar," ujarnya. Ia menambahkan, anggaran promosi pariwisata melalui table top, sales mission, maupun event telah dianggarkan sesuai ketentuan. Namun ke depan, pihaknya berharap promosi bersama antar kabupaten/kota di Bali dapat diperkuat agar lebih efektif dan efisien. "Kami berharap Dinas Pariwisata Provinsi Bali bisa mengarahkan promosi bersama antardaerah, misalnya dilakukan oleh dua atau tiga kabupaten/kota sehingga pembiayaan promosi bisa dibagi dan hasilnya lebih maksimal," katanya.Penutup dan Harapan Masa Depan
Rangkaian agenda di Perth juga diisi pertemuan dengan Konsul Jenderal Republik Indonesia beserta tim ekonomi dan pariwisata setempat. Dalam sambutannya, Konjen RI di Perth mengapresiasi penyelenggaraan sales mission tersebut karena dinilai penting untuk menjaga konektivitas antarmasyarakat sebagai fondasi hubungan bilateral Indonesia-Australia. Ia juga menegaskan Bali, khususnya Denpasar dan Sanur, masih menjadi destinasi favorit masyarakat Australia Barat. Dengan demikian, kegiatan Sales Mission di Perth diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sanur dan memperkuat pasar Australia sebagai salah satu target pasar utama pariwisata Denpasar. Dengan kerja sama dan promosi yang efektif, diharapkan Sanur dapat terus berkembang sebagai destinasi wisata yang menarik dan mendukung perekonomian masyarakat setempat.Ilustrasi - Redaksi Jumper Media Bali
0 Komentar