Pembangunan SPPG Baru Terkendala Moratorium

Pembangunan SPPG Baru Terkendala Moratorium

Kabupaten Buleleng saat ini masih menunggu petunjuk lebih lanjut terkait pembangunan SPPG (Satuan Pengelola Program Gizi) baru. Hal ini disebabkan oleh adanya moratorium pembangunan SPPG baru yang masih berlangsung. Koordinator Wilayah BGN (Badan Gizi Nasional) Buleleng, Rusdianto, dalam sebuah kesempatan menjelaskan bahwa fokus utama mereka saat ini adalah monitoring SPPG yang sudah berjalan dan yang masih dalam proses di portal mitra.

Capaian Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Menurut Rusdianto, berdasarkan data terbaru di Kabupaten Buleleng, terdapat 46 SPPG yang telah terverifikasi. Dari jumlah tersebut, 38 SPPG sudah beroperasi, sementara 8 lainnya belum aktif. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan oleh SPPG telah menjangkau sekitar 87 ribu penerima manfaat hingga Juni 2026. Angka tersebut masih berpotensi meningkat seiring optimalisasi layanan SPPG yang sudah berjalan. "Proyeksinya bisa lebih dari 100 ribu penerima manfaat di Buleleng, dan saat ini sudah di atas 50 persen capaian," katanya.

Tantangan dan Kendala

Rusdianto menjelaskan bahwa SPPG yang belum beroperasi tersebut juga dipengaruhi oleh penyesuaian operasional di masa libur sekolah, yang berdampak pada tidak adanya kegiatan distribusi makanan bagi peserta didik. Meski demikian, dia menegaskan bahwa aktivitas internal di SPPG tetap berjalan, terutama pada aspek administrasi dan pengawasan teknis. "Yang belum beroperasi ini sebagian juga karena bertepatan dengan masa libur sekolah, sehingga distribusi memang dihentikan sementara," jelasnya.

Ketersediaan Bahan Baku dan Distribusi

Terkait isu ketersediaan bahan baku, Rusdianto memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada kendala signifikan dalam pelaksanaan program di lapangan. "Untuk bahan baku sejauh ini masih aman," tegasnya. Sementara itu, untuk distribusi kepada kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita), Rusdianto menyebut bahwa pelaksanaannya tetap dilakukan oleh SPPG yang sudah beroperasi, namun dengan penyesuaian kondisi wilayah dan kapasitas masing-masing. Di mengakui masih terdapat tantangan di lapangan, terutama pada wilayah dengan akses distribusi yang cukup jauh dan sulit dijangkau. "Memang ada beberapa wilayah yang jangkauannya cukup sulit, ini menjadi tantangan tersendiri dalam distribusi," ujarnya.

Optimalisasi Layanan SPPG

Rusdianto menegaskan bahwa meskipun ada moratorium pembangunan SPPG baru, program MBG di Buleleng tetap berjalan melalui unit yang sudah ada. Pihaknya memastikan tidak ada penghentian layanan, melainkan penyesuaian dan optimalisasi sistem yang telah berjalan. Dengan demikian, diharapkan bahwa program MBG dapat terus berjalan efektif dan efisien dalam meningkatkan gizi masyarakat di Kabupaten Buleleng. Dalam kesimpulan, pembangunan SPPG baru di Kabupaten Buleleng saat ini terkendala oleh adanya moratorium. Namun, program MBG tetap berjalan melalui unit yang sudah ada, dengan fokus pada optimalisasi layanan SPPG yang sudah berjalan. Dengan demikian, diharapkan bahwa program MBG dapat terus berjalan efektif dan efisien dalam meningkatkan gizi masyarakat di Kabupaten Buleleng.

Ilustrasi - Redaksi Jumper Media Bali

Posting Komentar

0 Komentar