Dwi Sathya dan Gayatri, Paskibraka Nasional dari Bali

Dua siswa asal Bali, I Made Dwi Sathya Kurniawan dari SMA Negeri 1 Kuta Utara, Badung, dan Ni Komang Gayatri Dinda Gita Arsani dari SMA Negeri 1 Kubu, Karangasem, berhasil lolos seleksi Paskibraka Nasional Tahun 2026. Mereka akan mewakili Bali dalam upacara pengibaran bendera pada peringatan HUT RI ke-76 di Istana Negara.

Proses Seleksi yang Ketat

Dwi Sathya dan Gayatri lolos setelah mengikuti verifikasi di tingkat pusat dari 15-19 Juni di Jakarta. Verifikasi di tingkat pusat meliputi verifikasi kesehatan, verifikasi parade dan peraturan baris dan berbaris, verifikasi kepribadian untuk aspek psikologis, verifikasi aspek minat dan bakat serta wawancara. Mereka bersaing dengan 228 peserta dari 38 provinsi yang juga mengikuti proses seleksi yang sama.

Pembinaan Ideologi Pancasila

Menurut Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, proses verifikasi tingkat pusat merupakan bagian dari pembinaan Ideologi Pancasila kepada generasi muda Indonesia melalui pemberian kesempatan yang setara bagi seluruh putra-putri terbaik bangsa untuk berinteraksi, belajar, dan bertumbuh dalam keberagaman Indonesia yang berlandaskan semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Paskibraka sebagai Kaderisasi Calon Pemimpin Bangsa

Yudian juga menegaskan bahwa Paskibraka bukan sekadar pasukan pengibar bendera, melainkan merupakan wadah kaderisasi calon pemimpin bangsa yang berkarakter Pancasila, berjiwa patriotik, memiliki semangat persatuan, serta siap mengabdi kepada bangsa dan negara.

Seleksi yang Objektif dan Transparan

Seluruh proses pembentukan calon Paskibraka Tingkat Pusat Tahun 2026 dilaksanakan secara objektif, transparan, akuntabel, independen, serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Tercatat 119.441 pendaftar yang mengikuti proses seleksi di seluruh Indonesia.

Rangkaian Tahapan Pembentukan Paskibraka

Dwi Sathya dan Gayatri akan mengikuti rangkaian tahapan pembentukan Paskibraka yang meliputi registrasi dan pemanggilan resmi, pemusatan pendidikan dan pelatihan, pembinaan Ideologi Pancasila, pembentukan karakter, kepemimpinan, kedisiplinan, serta latihan pengibaran dan penurunan Bendera Pusaka. Pemusatan latihan akan dimulai pada tanggal 15 Juli di PPSDM Mendikdasmen, Depok.

Peran Kesbangpol Bali dalam Seleksi Paskibraka

Kesbangpol Bali telah mempersiapkan para peserta yang akan mengikuti seleksi Paskibraka Nasional. Sebanyak enam peserta dari Bali telah dikirim ke Jakarta untuk mengikuti verifikasi di tingkat pusat. Kesbangpol Bali juga akan mempersiapkan pelaksanaan pemusatan pendidikan dan pelatihan bagi anggota Paskibraka Provinsi Bali.

Harapan dan Cita-Cita

Dwi Sathya dan Gayatri memiliki harapan dan cita-cita yang tinggi. Dwi Sathya berharap dapat menjadi Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan masuk Pasukan 8 sebagai pengibar bendera di Istana Negara. Sementara Gayatri berharap dapat membanggakan keluarga, sekolah, dan daerahnya dengan menjadi Paskibraka Nasional. Dengan lolosnya Dwi Sathya dan Gayatri sebagai Paskibraka Nasional, Bali dapat membanggakan diri memiliki putra-putri yang berkualitas dan berdedikasi tinggi. Mereka akan membawa nama Bali pada upacara kenegaraan di Istana Negara pada 17 Agustus mendatang.

Ilustrasi - Redaksi Jumper Media Bali