ST Satya Bhakti Wiratama Hidupkan Kreativitas Yowana Lewat Lomba Ogoh-Ogoh Mini dan Tapel di Jimbaran
Pada tanggal 17 Mei 2026, di Balai Banjar Jerokuta, Jalan Ulun Siwi, Jimbaran, sebuah kegiatan lomba ogoh-ogoh mini dan tapel digelar oleh ST Satya Bhakti Wiratama. Kegiatan ini berhasil menarik 71 peserta dari berbagai kabupaten di Bali, bahkan peserta terjauh berasal dari Kabupaten Karangasem. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap seni ogoh-ogoh yang selama ini menjadi bagian penting tradisi Bali.Latar Belakang dan Tujuan Kegiatan
Ketua Panitia, I Gede Bayu Satyam Evam Prasetya, mengatakan bahwa penyelenggaraan lomba berangkat dari keinginan memberikan ruang edukatif bagi generasi muda agar tetap dekat dengan seni dan budaya lokal. Menurutnya, ogoh-ogoh bukan sekadar karya visual, melainkan media untuk menanamkan nilai gotong royong, disiplin, kreativitas, hingga pemahaman terhadap filosofi budaya Bali. "Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa seni dan budaya Bali tetap bisa berkembang di tengah perubahan zaman. Generasi muda perlu memiliki ruang untuk berkarya sekaligus memahami nilai yang terkandung di balik tradisi ogoh-ogoh," ujarnya.Kategori Lomba dan Juri
Berbeda dengan sejumlah lomba serupa yang hanya berfokus pada satu kategori, ST Satya Bhakti Wiratama menghadirkan lima kategori sekaligus. Kategori tersebut meliputi Ogoh-Ogoh Mini Mesin, Ogoh-Ogoh Mini Non Mesin, Tapel Ogoh-Ogoh, Sketsa Ogoh-Ogoh, serta kategori khusus tingkat pelajar. Ragam kategori ini membuka kesempatan lebih luas bagi peserta dengan minat dan kemampuan yang berbeda. Untuk menjaga kualitas penilaian, panitia melibatkan tiga juri yang memiliki pengalaman di bidang seni ogoh-ogoh dan budaya Bali, yakni Cenk-Cenk Bero, Dwi Aga Yogiswara, serta Pasek Asta. Kehadiran para juri tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi bagi peserta dalam mengembangkan kualitas karya mereka.Peran ST Satya Bhakti Wiratama dalam Melestarikan Tradisi
Bayu menilai maraknya lomba ogoh-ogoh mini yang belakangan banyak digelar merupakan perkembangan positif selama tetap mengedepankan nilai budaya dan filosofi yang menjadi ruh tradisi tersebut. Karena itu, pihaknya mendorong peserta tidak hanya mengejar aspek visual, tetapi juga memperhatikan pesan dan makna yang ingin disampaikan melalui karya. Selain menjadi ajang kreativitas, kegiatan ini juga memperkuat posisi ST Satya Bhakti Wiratama sebagai organisasi kepemudaan yang aktif menghadirkan program positif bagi masyarakat. Di tengah tantangan modernisasi dan berkurangnya ruang ekspresi budaya, sekaa teruna dinilai mampu mengambil peran strategis dalam menjaga keberlanjutan tradisi melalui pendekatan yang dekat dengan generasi muda.Harapan dan Rencana Masa Depan
"Harapan kami kegiatan seperti ini terus berkembang dan menjadi wadah lahirnya seniman-seniman muda Bali. Bukan hanya menghasilkan karya yang menarik secara visual, tetapi juga memahami filosofi dan nilai budaya yang diwariskan leluhur," kata Bayu. Ke depan, ST Satya Bhakti Wiratama berencana meningkatkan kualitas penyelenggaraan dengan persiapan yang lebih matang serta memberikan ruang inovasi yang lebih luas kepada peserta. Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat peran Banjar Jerokuta sebagai salah satu pusat pembinaan kreativitas seni budaya bagi generasi muda di wilayah Jimbaran. Dengan demikian, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi salah satu upaya untuk melestarikan dan mengembangkan tradisi ogoh-ogoh di Bali, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan generasi muda.Ilustrasi - Redaksi Jumper Media Bali
0 Komentar