Seabad SDN 2 Kesiman, Parade Budaya Jadi Panggung Kreativitas Siswa

Seabad SDN 2 Kesiman, Parade Budaya Jadi Panggung Kreativitas Siswa

SD Negeri 2 Kesiman, sekolah dasar yang terletak di Kota Denpasar, baru saja merayakan hari jadinya yang ke-100. Perayaan ini diisi dengan berbagai kegiatan yang menarik, salah satunya adalah parade budaya yang melibatkan siswa kelas I hingga kelas VI. Kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang hiburan, tetapi juga sebagai sarana untuk mengembangkan kreativitas dan bakat siswa.

Parade Budaya sebagai Panggung Kreativitas Siswa

Pada hari pertama perayaan, sekolah menggelar karnaval budaya, pemilihan Jegeg Bagus, serta pentas seni yang melibatkan siswa kelas I hingga kelas VI. Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh siswa dan orang tua, sehingga membuat acara tersebut sangat meriah. Kepala SD Negeri 2 Kesiman, I Komang Agus Widyartha, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya Bali dan Nusantara sejak dini. "Saya sangat mengapresiasi antusiasme siswa dan orang tua. Banyak anak-anak mampu mengolah barang bekas menjadi busana kreatif yang ditampilkan dalam parade budaya," ujar Agus saat ditemui di sela kegiatan. Agus mengungkapkan bahwa dirinya baru menjabat sebagai kepala sekolah sekitar sebulan terakhir, namun ia melihat semangat kebersamaan warga sekolah dalam menyukseskan HUT ke-100 sangat tinggi, mulai dari guru, pegawai sekolah, siswa hingga dukungan para orang tua murid.

Puncak Perayaan HUT ke-100

Pada puncak perayaan, Selasa (26/5), sekolah menggelar pelepasan siswa kelas VI dan perayaan HUT ke-100. Pada hari pertama kegiatan, pihak sekolah hanya mengundang komite dan internal sekolah. Sedangkan untuk puncak perayaan, turut diundang perwakilan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, lurah Kesiman, kepala lingkungan Banjar Ceramcam Kesiman, serta unsur masyarakat lainnya. Menurut Agus, kegiatan parade budaya bukan sekadar ajang hiburan atau seremoni ulang tahun sekolah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diarahkan untuk mengembangkan minat dan bakat siswa, melatih mental sejak usia dini, serta memperkuat rasa persatuan di lingkungan sekolah. "Kami ingin siswa tidak hanya fokus pada pelajaran akademik seperti matematika, IPA, IPS, atau bahasa, tetapi juga memiliki ruang untuk menggali potensi dan kreativitasnya," katanya.

Membentuk Karakter Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Agus menambahkan, dunia pendidikan harus mampu menjadi jembatan bagi generasi muda untuk meraih cita-cita dan membentuk karakter unggul menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, pengalaman selama menempuh pendidikan dasar diharapkan tidak hanya dimaknai sebagai proses mencari ijazah semata. "Selama enam tahun belajar di SD, anak-anak harus menikmati prosesnya. Pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang disiplin, unggul, dan berkualitas," tegasnya. Momentum satu abad SD Negeri 2 Kesiman juga dimaknai sebagai tonggak pengabdian panjang dunia pendidikan bagi masyarakat. Agus berharap sekolah tersebut terus berkembang dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas di Kota Denpasar. "Usia 100 tahun bukan usia muda lagi. Kami ingin memaknai satu abad ini sebagai semangat untuk terus mengabdi dan berkontribusi dalam memajukan pendidikan," ujarnya. Dengan demikian, perayaan HUT ke-100 SD Negeri 2 Kesiman tidak hanya sebagai ajang merayakan ulang tahun sekolah, tetapi juga sebagai sarana untuk mengembangkan kreativitas dan bakat siswa, serta memperkuat rasa persatuan di lingkungan sekolah. Sekolah ini diharapkan terus menjadi tempat belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang unggul dan berkualitas di masa depan.

Ilustrasi - Redaksi Jumper Media Bali

Posting Komentar

0 Komentar