PUPRKIM Bali Genjot Infrastruktur Terintegrasi

PUPRKIM Bali Genjot Infrastruktur Terintegrasi

Dalam upaya mewujudkan visi "Nangun Sat Kerthi Loka Bali" dalam kerangka Bali Era Baru, Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas PUPRKIM (Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Kawasan Permukiman) terus bergerak cepat dalam mengawal pembangunan infrastruktur yang terintegrasi. Sejumlah program strategis dijalankan mulai dari penanganan banjir, penguatan jaringan irigasi, penataan kawasan suci, hingga peningkatan akses jalan dan pengembangan permukiman, dengan dukungan anggaran yang mengalami kenaikan menjadi Rp888 miliar.

Visi dan Misi Pembangunan

Kepala Dinas PUPRKIM Provinsi Bali, Nusakti Yasa Wedha, menerangkan bahwa sejak awal tahun, pihaknya bergerak mengawal visi "Nangun Sat Kerthi Loka Bali" dengan fokus utama menghapus ego sektoral antarwilayah serta memastikan pembangunan kabupaten/kota berada dalam satu arah kebijakan di bawah koordinasi pemerintah provinsi. Mengawali tahun 2026 ini, Dinas PUPRKIM Provinsi Bali bergerak cepat dalam mengawal visi tersebut melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dengan konsep Satu Pulau, Satu Pola, Satu Tata Kelola.

Penyesuaian Anggaran

Ia juga menyampaikan adanya penyesuaian postur anggaran pada tahun berjalan. Dari pagu awal sebesar Rp829 miliar, anggaran Dinas PUPRKIM meningkat menjadi Rp888 miliar. Penambahan tersebut difokuskan pada sektor strategis, terutama pengelolaan sampah dan akses infrastruktur wilayah. Penambahan anggaran ini kami fokuskan pada tiga titik krusial, yaitu penanganan akses jalan TPA Regional Sarbagita, peningkatan sarana TPA Bangli, serta penyediaan sarana TPS3R Desa Sidakarya di Denpasar.

Program Sumber Daya Air

Di bidang Sumber Daya Air (SDA), Dinas PUPRKIM menitikberatkan program pada ketahanan pangan dan penanganan banjir jangka panjang. Sejumlah kajian dan proyek strategis tengah berjalan, termasuk Kajian Drainase Buyan di kawasan Pancasari yang telah memasuki tahap akhir pembahasan. Untuk wilayah Badung dan Denpasar, penanganan banjir dilakukan melalui koordinasi intensif dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida dalam penyusunan masterplan drainase DAS Tukad Ayung, Tukad Badung, dan Tukad Mati. Selain itu, kegiatan pengamanan pantai, rehabilitasi jaringan irigasi, serta operasi dan pemeliharaan daerah irigasi juga terus berjalan.

Program Cipta Karya

Pada Bidang Cipta Karya, program diarahkan pada penataan kawasan suci dan sistem pengelolaan air limbah. Salah satu proyek utama adalah penataan kawasan suci Pura Besakih di Karangasem yang mencakup berbagai titik pura, seperti Pura Catur Eswarya hingga Pura Kahyangan Jagat. Penataan tersebut bahkan telah ditandai dengan pelaksanaan upacara 'Ngeruak' dan peletakan batu pertama Tahap II di Pura Banua Besakih pada 1 Mei 2026 bertepatan dengan Rahina Purnama. Selain itu, pembangunan sistem air limbah terpusat di Badung dan Denpasar terus dilakukan melalui pemasangan jaringan pipa tersier, serta pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) lintas kabupaten/kota.

Program Perumahan dan Kawasan Permukiman

Di sektor perumahan dan kawasan permukiman, pemerintah provinsi melanjutkan program peningkatan kualitas hunian melalui perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), khususnya di kawasan kumuh kewenangan provinsi serta Kelurahan Kampung Baru, Buleleng. Rehabilitasi prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) juga dilakukan di Desa Tajun dan Pancasari. Selain itu, Dinas PUPRKIM turut memfasilitasi pengadaan lahan untuk sejumlah proyek strategis seperti Jalan Lingkar Pura Ulun Danu Batur, akses Pelabuhan Sanur, penataan kawasan Besakih, hingga pembangunan reservoir SPAM di Karangasem.

Program Bina Marga

Pada Bidang Bina Marga, fokus pembangunan diarahkan pada peningkatan kualitas jalan dan jembatan provinsi. Sejumlah proyek strategis berjalan, termasuk rencana pembangunan Underpass Tohpati di Denpasar, pelebaran dan rekonstruksi jalan di berbagai kabupaten, serta pembangunan Jembatan Akses Pelabuhan Sanur. Selain pembangunan baru, kami juga melakukan pemeliharaan rutin, survei kondisi jalan dan jembatan, serta perkuatan tebing di sejumlah ruas jalan provinsi.

Program Tata Ruang

Sementara itu, pada Bidang Tata Ruang, pemerintah menegaskan pentingnya pengawasan pembangunan agar tetap sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Menurutnya, pengendalian ruang menjadi kunci menjaga keseimbangan antara pembangunan, lingkungan, dan budaya Bali. Pembangunan tanpa pengawasan adalah risiko. Kami memastikan setiap pembangunan di Bali selaras dengan RTRW.

Kesiapsiagaan Bencana

Di sisi lain, Dinas PUPRKIM juga memperkuat kesiapsiagaan bencana melalui Tim Reaksi Cepat yang melibatkan seluruh bidang teknis, UPTD PAM, BPBD kabupaten/kota, hingga unsur TNI. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kondisi cuaca ekstrem dan potensi bencana di berbagai wilayah Bali.

Sinergi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota

Selain pelaksanaan program di tingkat provinsi, Dinas PUPRKIM turut memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota melalui dukungan dana bantuan keuangan khusus (BKK) untuk berbagai proyek infrastruktur. Di Bangli dan Tabanan, misalnya, diarahkan untuk pengembangan fasilitas strategis seperti Bangli Sport Center, Sasana Budaya, Terminal Pesiapan, dan Lapangan Alit Saputra. Di Buleleng, bantuan difokuskan pada pembangunan jaringan irigasi di sekitar 25 titik, penguatan sistem air bersih, serta penyediaan alat berat dan pompa banjir. Sementara di Jembrana, program diarahkan pada rekonstruksi jalan penghubung sentra produksi dan permukiman.

Kerja Sama dengan Pemerintah Pusat

Tidak hanya itu, Dinas PUPRKIM juga menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat untuk mengawal proyek-proyek strategis nasional di Bali, termasuk Gedung Parkir Pura Ulun Danu Batur, Underpass Jimbaran, Jembatan Nusa Lembongan Ceningan, serta Embung Tukad Unda sebagai sumber air baku.

Komitmen dan Harapan

Nusakti menegaskan, secara keseluruhan capaian kinerja Triwulan I menunjukkan tren positif, meski sebagian besar kegiatan masih berada pada tahap awal pelaksanaan. Ia berharap seluruh program dapat rampung sesuai target pada tahun anggaran 2026. Kami berkomitmen bekerja transparan, akuntabel, dan memastikan seluruh program berjalan sesuai kualitas yang ditetapkan demi infrastruktur Bali yang tangguh dan berkelanjutan.

Ilustrasi - Redaksi Jumper Media Bali

Posting Komentar

0 Komentar