PUPRKIM Bali Genjot Infrastruktur Terintegrasi
Dalam upaya meningkatkan kualitas infrastruktur di Pulau Dewata, Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas PUPRKIM (Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Kawasan Permukiman, dan Infrastruktur) terus bergerak cepat dalam mengawal visi 'Nangun Sat Kerthi Loka Bali' dalam kerangka Bali Era Baru. Visi ini bertujuan untuk menghapus ego sektoral antarwilayah serta memastikan pembangunan kabupaten/kota berada dalam satu arah kebijakan di bawah koordinasi pemerintah provinsi.Penyesuaian Anggaran dan Fokus Pembangunan
Kepala Dinas PUPRKIM Provinsi Bali, Nusakti Yasa Wedha, menjelaskan bahwa sejak awal tahun, pihaknya telah bergerak mengawal visi tersebut melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dengan konsep Satu Pulau, Satu Pola, Satu Tata Kelola. Ia juga menyampaikan adanya penyesuaian postur anggaran pada tahun berjalan, dari pagu awal sebesar Rp829 miliar menjadi Rp888 miliar. Penambahan anggaran ini difokuskan pada sektor strategis, terutama pengelolaan sampah dan akses infrastruktur wilayah. Penambahan anggaran tersebut dikhususkan untuk tiga titik krusial, yaitu penanganan akses jalan TPA Regional Sarbagita, peningkatan sarana TPA Bangli, serta penyediaan sarana TPS3R Desa Sidakarya di Denpasar. Dengan demikian, diharapkan kualitas infrastruktur di Bali dapat ditingkatkan dan mampu mendukung pembangunan yang berkelanjutan.Pengembangan Infrastruktur Sumber Daya Air
Dinas PUPRKIM menitikberatkan program pada ketahanan pangan dan penanganan banjir jangka panjang. Sejumlah kajian dan proyek strategis tengah berjalan, termasuk Kajian Drainase Buyan di kawasan Pancasari yang telah memasuki tahap akhir pembahasan. Untuk wilayah Badung dan Denpasar, penanganan banjir dilakukan melalui koordinasi intensif dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida dalam penyusunan masterplan drainase DAS Tukad Ayung, Tukad Badung, dan Tukad Mati. Selain itu, kegiatan pengamanan pantai, rehabilitasi jaringan irigasi, serta operasi dan pemeliharaan daerah irigasi juga terus berjalan. Beberapa paket pekerjaan konsultansi masih dalam proses lelang di UKPBJ, sementara paket fisik sedang berjalan melalui mekanisme mini kompetisi. Dengan demikian, diharapkan kualitas infrastruktur sumber daya air di Bali dapat ditingkatkan dan mampu mendukung kegiatan ekonomi dan kehidupan masyarakat.Penataan Kawasan Suci dan Pengelolaan Air Limbah
Pada Bidang Cipta Karya, program diarahkan pada penataan kawasan suci dan sistem pengelolaan air limbah. Salah satu proyek utama adalah penataan kawasan suci Pura Besakih di Karangasem yang mencakup berbagai titik pura, seperti Pura Catur Eswarya hingga Pura Kahyangan Jagat. Penataan tersebut bahkan telah ditandai dengan pelaksanaan upacara 'Ngeruak' dan peletakan batu pertama Tahap II di Pura Banua Besakih pada 1 Mei 2026 bertepatan dengan Rahina Purnama. Selain itu, pembangunan sistem air limbah terpusat di Badung dan Denpasar terus dilakukan melalui pemasangan jaringan pipa tersier, serta pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) lintas kabupaten/kota. Dengan demikian, diharapkan kualitas lingkungan di Bali dapat ditingkatkan dan mampu mendukung kehidupan masyarakat yang sehat dan nyaman.Peningkatan Kualitas Hunian dan Kawasan Permukiman
Di sektor perumahan dan kawasan permukiman, pemerintah provinsi melanjutkan program peningkatan kualitas hunian melalui perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), khususnya di kawasan kumuh kewenangan provinsi serta Kelurahan Kampung Baru, Buleleng. Rehabilitasi prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) juga dilakukan di Desa Tajun dan Pancasari. Selain itu, Dinas PUPRKIM turut memfasilitasi pengadaan lahan untuk sejumlah proyek strategis seperti Jalan Lingkar Pura Ulun Danu Batur, akses Pelabuhan Sanur, penataan kawasan Besakih, hingga pembangunan reservoir SPAM di Karangasem. Dengan demikian, diharapkan kualitas hunian dan kawasan permukiman di Bali dapat ditingkatkan dan mampu mendukung kehidupan masyarakat yang nyaman dan sejahtera.Pembangunan Jalan dan Jembatan Provinsi
Pada Bidang Bina Marga, fokus pembangunan diarahkan pada peningkatan kualitas jalan dan jembatan provinsi. Sejumlah proyek strategis berjalan, termasuk rencana pembangunan Underpass Tohpati di Denpasar, pelebaran dan rekonstruksi jalan di berbagai kabupaten, serta pembangunan Jembatan Akses Pelabuhan Sanur. Selain pembangunan baru, Dinas PUPRKIM juga melakukan pemeliharaan rutin, survei kondisi jalan dan jembatan, serta perkuatan tebing di sejumlah ruas jalan provinsi. Dengan demikian, diharapkan kualitas jalan dan jembatan di Bali dapat ditingkatkan dan mampu mendukung kegiatan ekonomi dan kehidupan masyarakat.Pengawasan Pembangunan dan Pengendalian Ruang
Sementara itu, pada Bidang Tata Ruang, pemerintah menegaskan pentingnya pengawasan pembangunan agar tetap sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Menurutnya, pengendalian ruang menjadi kunci menjaga keseimbangan antara pembangunan, lingkungan, dan budaya Bali. Pembangunan tanpa pengawasan adalah risiko. Dinas PUPRKIM memastikan setiap pembangunan di Bali selaras dengan RTRW.Kesiapsiagaan Bencana dan Sinergi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota
Di sisi lain, Dinas PUPRKIM juga memperkuat kesiapsiagaan bencana melalui Tim Reaksi Cepat yang melibatkan seluruh bidang teknis, UPTD PAM, BPBD kabupaten/kota, hingga unsur TNI. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kondisi cuaca ekstrem dan potensi bencana di berbagai wilayah Bali. Selain pelaksanaan program di tingkat provinsi, Dinas PUPRKIM turut memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota melalui dukungan dana bantuan keuangan khusus (BKK) untuk berbagai proyek infrastruktur. Di Bangli dan Tabanan, misalnya, diarahkan untuk pengembangan fasilitas strategis seperti Bangli Sport Center, Sasana Budaya, Terminal Pesiapan, dan Lapangan Alit Saputra. Dengan demikian, diharapkan kualitas infrastruktur di Bali dapat ditingkatkan dan mampu mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Nusakti menegaskan, secara keseluruhan capaian kinerja Triwulan I menunjukkan tren positif, meski sebagian besar kegiatan masih berada pada tahap awal pelaksanaan. Ia berharap seluruh program dapat rampung sesuai target pada tahun anggaran 2026. Dinas PUPRKIM berkomitmen bekerja transparan, akuntabel, dan memastikan seluruh program berjalan sesuai kualitas yang ditetapkan demi infrastruktur Bali yang tangguh dan berkelanjutan. Dengan demikian, diharapkan Bali dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan dan mendukung kehidupan masyarakat yang nyaman dan sejahtera.Ilustrasi - Redaksi Jumper Media Bali
0 Komentar