Peringati World Preeclampsia Day 2026, RS Ngoerah Edukasi Ibu Hamil: Jangan Sepelekan Tekanan Darah Tinggi
Pada hari Jumat, 29 Mei 2026, RSUP Prof IGNG Ngoerah mengadakan peringatan World Preeclampsia Day 2026 dengan tema "Kenali, Waspadai, Selamatkan Ibu dan Bayinya". Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya preeklamsia dan pentingnya penanganan yang tepat untuk mencegah komplikasi kehamilan.Latar Belakang Preeklamsia
Preeklamsia adalah kondisi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan kerusakan pada organ-organ tubuh, seperti ginjal dan hati. Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti eklamsia, yang dapat membahayakan nyawa ibu dan bayi. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya preeklamsia dan pentingnya penanganan yang tepat.Kegiatan World Preeclampsia Day 2026
Kegiatan World Preeclampsia Day 2026 di RS Ngoerah dihadiri oleh ratusan peserta, termasuk ibu hamil, keluarga, dan tenaga kesehatan. Acara dibuka oleh Direktur Utama RS Ngoerah, Dr. I Gusti Ngurah Ketut Sukadarma, S.Kp., M.Kes. Kegiatan ini meliputi senam preeklamsia bersama, penyuluhan kesehatan, dan podcast edukasi yang membahas tentang bahaya preeklamsia dan pentingnya penanganan yang tepat.Pemahaman Keliru tentang Preeklamsia
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Made Bagus Dwi Aryana, Sp.OG., Subsp. Obginsos, menjelaskan bahwa masih banyak masyarakat yang memiliki pemahaman keliru tentang preeklamsia. Menurutnya, preeklamsia bukan semata-mata disebabkan oleh konsumsi garam atau daging yang berlebihan, melainkan berkaitan dengan gangguan perkembangan pembuluh darah plasenta.Gejala dan Penanganan Preeklamsia
Dr. Made Bagus menjelaskan bahwa gejala preeklamsia meliputi sakit kepala hebat, nyeri ulu hati, dan gangguan penglihatan mendadak. Ia menekankan pentingnya penanganan yang tepat untuk mencegah komplikasi serius. Upaya pencegahan dapat dimulai sejak awal kehamilan melalui skrining risiko yang tercantum dalam Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Pemeriksaan rutin memungkinkan tenaga kesehatan mengidentifikasi ibu hamil dengan risiko sedang maupun tinggi mengalami preeklamsia.Peran Keluarga dalam Penanganan Preeklamsia
Dr. Made Bagus juga menekankan pentingnya peran keluarga, khususnya suami, dalam mendampingi ibu hamil. Menurutnya, kepekaan terhadap perubahan kondisi fisik ibu hamil sangat penting untuk mencegah keterlambatan penanganan. "Jangan pernah menganggap pusing atau pandangan kabur sebagai keluhan bawaan hamil yang biasa. Respons cepat dari keluarga bisa menyelamatkan dua nyawa sekaligus, ibu dan bayinya," pungkasnya. Dengan demikian, kegiatan World Preeclampsia Day 2026 di RS Ngoerah bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya preeklamsia dan pentingnya penanganan yang tepat. Dengan penanganan yang tepat dan peran keluarga yang aktif, kita dapat mencegah komplikasi serius dan menyelamatkan nyawa ibu dan bayi.Ilustrasi - Redaksi Jumper Media Bali
0 Komentar