Pengawasan Retribusi Parkir Pasar Galiran Diperketat

Pengawasan Retribusi Parkir Pasar Galiran Diperketat

SEMARAPURA, NusaBali - Suasana Pasar Umum Galiran, Klungkung, mulai menggeliat menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan. Untuk mengantisipasi kebocoran pendapatan, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Klungkung memperketat pengawasan retribusi parkir guna memaksimalkan penerimaan daerah di tengah meningkatnya jumlah kunjungan masyarakat ke pasar.

Lonjakan Aktivitas Pasar

Sejak pagi, arus kendaraan roda dua dan roda empat terus berdatangan membawa masyarakat yang berburu kebutuhan upacara, bahan konsumsi, hingga perlengkapan rumah tangga. Sebagai pasar terbesar di Bali Timur, Pasar Galiran menjadi pusat pergerakan ekonomi masyarakat Klungkung dan daerah sekitarnya setiap memasuki hari raya besar keagamaan. Aktivitas pasar biasanya meningkat tajam sejak sepekan sebelum Galungan dan mencapai puncaknya saat Penampahan Galungan. Lonjakan aktivitas tersebut membuat kawasan pasar nyaris tak pernah sepi. Ribuan pengunjung diperkirakan memadati area pasar setiap hari, bahkan sejak subuh hingga malam hari.

Pengawasan Retribusi Parkir

Kepala DKUKMPP Klungkung I Komang Dharma Suyasa, mengatakan menurunkan tim pendamping di setiap pos parkir untuk memastikan penerimaan retribusi berjalan optimal. "Kalau menjelang Galungan dan Kuningan, pasar pasti sangat ramai. Potensi pendapatan juga tinggi. Karena itu kami ingin memastikan pengawasan berjalan ketat dan tidak ada kebocoran," ujar Dharma Suyasa, Jumat (29/5). Pendampingan dilakukan dengan menempatkan pegawai sekretariat pasar untuk mendampingi petugas parkir di lapangan, sehingga pencatatan kendaraan dan penerimaan retribusi dapat dipantau langsung. Menurut Dharma Suyasa, langkah tersebut dilakukan setelah pihaknya menemukan adanya penurunan penerimaan retribusi yang dinilai tidak sebanding dengan kondisi keramaian pasar.

Penyesuaian Tarif Parkir

Dharma Suyasa mengungkapkan, saat pengawasan diperketat dan tarif parkir mulai disesuaikan, penerimaan retribusi parkir Pasar Galiran sempat melonjak dari sekitar Rp8 juta menjadi Rp28 juta per hari. Penyesuaian tarif dilakukan dari Rp1.000 menjadi Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp2.000 menjadi Rp 3.000 untuk mobil. Namun, belakangan pendapatan kembali turun hingga kisaran Rp21 juta sampai Rp22 juta per hari. "Kalau kondisi pasar ramai seperti sekarang, logikanya masih bisa di angka Rp25 juta sampai Rp26 juta per hari. Tapi sempat turun lagi, sehingga kami lakukan evaluasi dan pendampingan," katanya.

Pengawasan yang Diperketat

Dharma Suyasa menegaskan pengetatan yang dilakukan bukan dengan menambah jumlah petugas parkir, melainkan memperkuat pengawasan di lapangan. Menurutnya, integritas dan kejujuran petugas menjadi faktor penting dalam menjaga penerimaan daerah. "Yang kami perketat pengawasannya. Karena ini menyangkut pendapatan daerah dan petugas memegang langsung uang retribusi," tegasnya.

Antisipasi Kemacetan

Selain memperketat pengawasan parkir, DKUKMPP juga menyiapkan langkah antisipasi kemacetan. Pegawai administrasi dan staf sekretariat pasar akan diturunkan membantu pengaturan arus kendaraan di kawasan pasar dan terminal. DKUKMPP juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Klungkung untuk mempertebal personel pengaturan lalu lintas di luar areal pasar selama tujuh hari menjelang Galungan. "Kalau pasar membludak pasti krodit dan macet. Itu yang kami antisipasi dari sekarang supaya aktivitas masyarakat tetap lancar," ujar Dharma Suyasa. Hal senada disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Klungkung AA Gede Putra Wedana, Jumat (28/5). Pihaknya akan melakukan pengawasan khusus di sekitar kawasan pasar untuk membantu mengurai kemacetan selama periode Galungan dan Kuningan.

Penataan Kawasan Pasar

Tidak hanya fokus pada pengawasan retribusi, Pemkab Klungkung juga mulai menata potensi kawasan pasar lainnya. Salah satunya dengan membuka akses sisi timur pasar melalui pembongkaran penyengker sepanjang sekitar 100 meter. Akses tersebut diharapkan mampu membantu mengurai kepadatan kendaraan sekaligus membuka potensi retribusi baru dari aktivitas bongkar muat barang yang selama ini belum tergarap optimal. "Di sisi timur itu masih wilayah pasar. Aktivitas bongkar muat di sana punya potensi pendapatan yang bisa digarap lagi," katanya.

Ilustrasi - Redaksi Jumper Media Bali

Posting Komentar

0 Komentar