Hadiri Karya Nyawa Wedana Utama di Ungasan, Bupati Adi Arnawa Apresiasi Semangat Ngayah Krama
Upacara massal yang terakhir digelar pada 2017 ini kembali dilaksanakan untuk meringankan biaya yang ditanggung krama. Rangkaian upacara meliputi Atma Wedana (nyekah), memukur, metatah, nilapati, hingga ngingkup agung. Sebanyak 256 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri atas 56 peserta ngaben, 135 peserta nyekah, dan 65 peserta metatah. Puncak Atma Wedana dipuput oleh tujuh sulinggih. Pendanaan berasal dari swadaya Desa Adat Ungasan, dana punia, serta kontribusi pengusaha setempat.Apresiasi dari Bupati Adi Arnawa
Bupati Adi Arnawa mengapresiasi semangat ngayah dan kebersamaan krama Desa Adat Ungasan yang bergotong royong menyukseskan karya yadnya tersebut. "Bertepatan dengan Rahina Purnama ini, saya menghaturkan rasa syukur dan terima kasih ke hadapan Ida Bhatara-Bhatari yang berstana di Kahyangan Tiga Desa Adat Ungasan. Saya juga merasa berbahagia dapat hadir sekaligus upasaksi pelaksanaan karya yang dilandasi semangat ngayah dan kebersamaan oleh seluruh krama desa adat. Dumogi seluruh masyarakat senantiasa dianugerahi kerahayuan, keharmonisan, serta kesejahteraan sekala dan niskala," ujarnya.Kebersamaan Krama Desa
Menurut Bupati Adi Arnawa, keberhasilan pelaksanaan karya ini tidak lepas dari kebersamaan seluruh krama desa. Semangat sagilik-saguluk dan salunglung sabayantaka yang diwariskan leluhur masih menjadi fondasi kuat kehidupan masyarakat. Dia juga menegaskan pentingnya nilai pendidikan karakter bagi generasi muda melalui upacara metatah. "Metatah bukan hanya sebuah upacara, tetapi memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar pelaksanaan ritual. Di dalamnya terkandung nilai pengabdian, penghormatan kepada leluhur, pendidikan karakter, serta tanggung jawab untuk melanjutkan warisan budaya yang adiluhung," tegasnya.Pembangunan Infrastruktur
Terkait infrastruktur, Pemkab Badung sedang memproses pembangunan jalan lingkar barat dan jalan tembus dari Universitas Udayana hingga Ungasan. Proyek ini ditujukan untuk mengurangi kemacetan di kawasan Garuda Wisnu Kencana. "Pemkab Badung tetap berkomitmen mendorong pembangunan yang bermanfaat dan tepat sasaran bagi masyarakat. Infrastruktur yang dibangun harus mampu mendukung aktivitas sosial, ekonomi, budaya, maupun kehidupan adat masyarakat secara berkelanjutan," terangnya.Perhatian dari Pemkab Badung
Seperti yang disampaikan Jro Bendesa Adat, untuk Kuta Selatan tiang sedang berproses untuk membuat jalan lingkar barat dan jalan tembus dari Unud hingga Ungasan guna mengatasi kemacetan yang ada di GWK. Tiang mohon doa restu krama, masyarakat Desa Ungasan, dumogi tidak ada halangan agar bisa cepat bisa kita gunakan bersama," ungkap Bupati Adi Arnawa.Ucapan Terima Kasih dari Bendesa Adat Ungasan
Sementara itu, Bendesa Adat Ungasan, I Wayan Disel Astawa, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan komitmen Pemkab Badung dalam pembangunan infrastruktur di Kuta Selatan. "Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Badung yang selama ini selalu hadir dan memberikan perhatian kepada masyarakat Kuta Selatan. Berbagai program pembangunan memang membutuhkan proses, namun kami melihat adanya komitmen yang kuat untuk terus meningkatkan pelayanan dan pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat," katanya.Optimisme Bendesa Adat Ungasan
Dia optimistis pembangunan fasilitas umum dan jalan dapat terealisasi secara bertahap. "Kami memahami bahwa pascapandemi banyak penyesuaian yang harus dilakukan pemerintah. Namun kami optimistis berbagai program yang telah direncanakan dapat direalisasikan secara bertahap karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat," ucapnya.Ajak Krama Menjaga Kekompakan
Disel Astawa juga mengajak seluruh krama menjaga kekompakan agar seluruh rangkaian upacara berjalan lancar. "Keberhasilan karya ini adalah keberhasilan seluruh krama Desa Adat Ungasan. Semangat ngayah dan gotong royong yang diwariskan leluhur harus terus menjaga sebagai kekuatan utama dalam membangun desa adat yang maju, harmonis, dan sejahtera," tambahnya. Acara ini turut dihadiri anggota DPRD Badung, Wayan Sugita Putra, I Made Tommy Martana Putra, dan I Wayan Puspa Negara, Plt Camat Kuta Selatan I Wayan Sujaka Arianta, Perbekel Ungasan I Made Kari, serta Ketua DPD Partai Gerindra Bali, Made Muliawan Arya.Ilustrasi - Redaksi Jumper Media Bali
0 Komentar