Gandeng JFF, BROS Hospital Gelar Baksos di Saba
Dengan semangat utama 'Resilient, Innovative, Trusted' (Tangguh, Inovatif, dan Terpercaya), BROS Hospital telah menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) di Desa Saba, Gianyar, Bali. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian BROS Hospital terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah Gianyar dan sekitarnya.Acara Baksos sebagai Bukti Kepedulian BROS Hospital
Menurut Direktur RSIA Bali Royal, dr. Ida Ayu Candra Puspita Dewi, M.Biomed, kegiatan baksos ini merupakan bukti bahwa BROS Hospital tidak hanya berfokus pada pelayanan medis di rumah sakit, melainkan juga memberikan manfaat langsung dan kebahagiaan bagi warga. "Acara ini juga sebagai bukti kami tidak hanya berfokus pada pelayanan medis di RS, melainkan juga memberikan manfaat langsung dan kebahagiaan bagi warga," ujar dr. Ida Ayu Candra Puspita Dewi, usai kegiatan.Kolaborasi dengan John Fawcett Foundation
Kegiatan baksos ini dilaksanakan dengan kolaborasi antara BROS Hospital dan John Fawcett Foundation (JFF). Dokter Dayu didampingi dr. Dwi Ariawan, MARS, Direktur RSU Bali Royal, serta didukung oleh tim medis, tenaga kesehatan, dan relawan dari BROS Hospital maupun JFF. Kegiatan ini memberikan layanan kesehatan secara gratis bagi warga yang hadir, mulai dari pemeriksaan mata lengkap, pemeriksaan kesehatan rutin, pemberian kacamata, obat-obatan, vitamin, hingga pelayanan operasi katarak bagi yang memenuhi syarat medis.Manfaat Kegiatan Baksos
Kegiatan baksos ini memberikan manfaat yang signifikan bagi warga Desa Saba dan sekitarnya. Ada 300 orang yang diberikan pelayanan kesehatan dan 10 orang di antaranya ditangani dengan operasi katarak. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan paket sembako secara khusus kepada para penyandang tuna netra di wilayah sekitar. Bantuan ini sebagai bentuk perhatian dan dukungan agar mereka tetap mampu menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih layak dan mandiri.Peran Aktivis Sosial dalam Kegiatan Baksos
Kegiatan baksos ini juga difasilitasi oleh aktivis sosial di Gianyar, I Nyoman Arjawa, SSn, dan teman-teman. I Nyoman Arjawa mengakui, lokasi kegiatan dipilihnya tepat di jantung pemukiman warga Desa Saba untuk memudahkan masyarakat mengakses pelayanan kesehatan berkualitas dan bantuan sosial tanpa harus menempuh jarak jauh.Tujuan Kegiatan Baksos
Kegiatan baksos ini bertujuan meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga kesehatan mata dan kesehatan tubuh secara menyeluruh, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk peduli terhadap sesama, terutama mereka yang membutuhkan perhatian lebih. Melalui moto 'Karena Kesehatan Mata Adalah Jendela Kehidupan', kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Gianyar dan sekitarnya.Harapan untuk Kegiatan Baksos di Masa Depan
Pihak penyelenggara berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang, demi mewujudkan masyarakat Gianyar yang lebih sehat, sejahtera, saling peduli, dan mandiri. Kegiatan baksos ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi kegiatan serupa di lain tempat, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. "Masyarakat tentu berharap kegiatan sejenis ini bisa berkelanjutan di lain tempat," ujar seniman asal Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar. Dengan demikian, kegiatan baksos yang digelar oleh BROS Hospital dan JFF ini merupakan contoh nyata kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, serta diharapkan dapat terus berlanjut di masa depan untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Gianyar dan sekitarnya.Ilustrasi - Redaksi Jumper Media Bali
0 Komentar